8 Jenis Tanaman Obat Herbal: Jenis dan Manfaatnya

Tanaman Obat Herbal memang sangat banyak jenis dan tentu saja manfaatnya, sehingga banyak dibudidayakan.

Ada banyak tanaman obat yang bermanfaat – Indonesia adalah negara agraris, terkenal dengan kekayaan bumbu-bumbu rempah dan berbagai jenis tanaman. Sejak masa lalu tanaman herbal atau tanaman obat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tapi sayangnya banyak warga Indonesia saat ini bahkan lebih memilih produk kesehatan luar negeri dari pada negeri sendiri.

Sesungguhnya tidak perlu jauh-jauh ke negara lain dengan biaya mahal karena negara kita jauh lebih kaya dan alami dalam hal pengobatan alami.

Melalui artikel ini, mari kenali  berbagai macam tanaman obat di Indonesia dan manfaatnya yang ada di sekitar kita.

Inilah 10 Jenis Tanaman Obat Herbal yang Wajib Anda Ketahui

Jenis tanaman obat atau tanaman rempah-rempah yang kita sebut tanaman herbal sangat banyak sekali jenis dan manfaatnya. Yang mulai dari mengobati penyakit ringan bahkan untuk penyakit berat.

Di samping itu tanaman obat juga sudah banyak diuji yang hasilnya lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan yang dicampur bahan kimia. Jika demikian, kita kenali beberapa tanaman obat yang dapat Anda gunakan sebagai obat alternatif di rumah.

tanaman obat herbal
Tanaman Obat Herbal

1. Buah Makasar (Brucea Javanica)

Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit dan beracun. Tetapi ketika digunakan sesuai dengan dosis.

Pada tanaman ini mampu mengobati penyakit Diabetes melitus karena bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Selain itu buah Makasar juga mampu menjadi mengobati kanker serviks, dengan cara menyeduhnya ke dalam setengah cangkir dan minum 2 – 3 kali sehari.

Sekarang ini sudah banyak Toko Herbal menjual buah kering Makasar sehingga Anda tidak harus menumbuk dan mengeringkannya sendiri.

2. Belimbing (Averrhoa Carambola)

Buah belimbing manis banyak mengandung banyak vitamin C, B, A, protein, kalsium, dan juga dapat membantu menurunkan kolestrol dan darah tinggi.

Caranya sangat mudah, cukup dengan mengkonsumsi buah belimbing setiap hari sesudah makan.

3. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza)

Temulawak adalah tanaman obat Indonesia yang mengandung Curcumin berguna sebagai anti-radang atau anti keracunan empedu keracunan.

Meskipun temulawak tidak mampu menjadi obat kanker hati, tetapi mampu mencegahnya karena temulawak dapat mengobati penyakit Hepatitis B yang berfungsi sebagai penyebab utama dari penyakit kanker hati.

4. Daun Dewa (Gynura Divaricata)

Daun dewa dipercaya mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan, karena daun dewa mengandung minyak atsiri, saponin dll.

Dapat digunakan sebagai pencegah Penyakit Stroke, juga mampu mengobati penyakit Stroke mendekat. Juga bisa untuk mengobati luka memar dan darah tinggi.

5. Biji Jarak (Ricinus Communis)

Akar jarak memiliki manfaat sebagai rematik dan obat penenang. Biji jarak secara luas digunakan untuk mengobati kanker rahim, hernia, rematik, tbc dll.

Namun, ketika Anda menggunakan biji jarak sebagai obat herbal, Anda harus berhati-hati karena jika mengkonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan keracunan dengan gejala sakit kepala, muntah, diare, panas dll.

6. Seledri (Apium Graviolens)

Mungkin tanaman ini akrab bagi kita, selain untuk lezat digunakan sebagai penambah rasa ternyata seledri juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor, dll.

Misalnya seledri bisa dipakai sebagai obat asam urat. Hanya direbus beberapa helai seledri untuk segelas air mendidih dan kemudian minum setiap pagi.

7. Blustru (Luffa Aegyptica Mill)

Biasa disebut ketela manis (di Sunda disebut Lapang Oyong atau disebut Hurung Jawa di Palembang) merupakan tanaman obat keluarga secara turun-temurun.

Tetapi telah langka yang menggunakan bahkan sebagian besar orang tidak tahu apa jenis tanaman Blustru itu.

Blustru dapat digunakan sebagai obat untuk asma, dan Anda cukup dengan mencuci daun muda blustru terlebih dahulu.

Kemudian Anda letakkan di atas nasi panas (dapat diletakkan ketika menanak nasi) dan kemudian makan sebagai lalapan setiap hari.

8. Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia Jack)

Dan tanaman ini tumbuh di Kalimantan. Tongkat ali dapat membantu meningkatkan kadar testosteron bagi pria dan meningkatkan gairah seksual pada pria.

Lain itu hal ini juga mampu menjadi mengobati ejakulasi dini. Banyak toko-toko herbal menjual pasak bumi yang biasanya sudah dalam bentuk teh, kopi, berbentuk kering dll.

9. Mengkudu (Morinda Citrifolia)

Mengkudu memiliki nama yang berbeda di setiap daerah misalnya dalam bahasa Sunda yang disebut Cangkudu, disebut Keumeude di Aceh dan di Jawa disebut kudu.

Di Aceh, hampir di setiap rumah warga memiliki tanaman ini  karena biasanya digunakan sebagai bahan rujak maupun menu khas berbuka puasa di Aceh.

Tapi tahukah Anda bahwa mengkudu juga bisa menjadi obat jantung koroner? Caranya cukup mudah, jus mengkudu lalu saring air sarinya tambahkan sedikit madu dan minum 2 kali sehari setelah makan.

Selain mengobati jantung koroner, air sari madu juga terbukti dapat mencegah penyakit tersebut bagi anda yang masih sehat.

10. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah buaya sejak zaman dahulu telah dipercaya sebagai bahan kecantikan perawatan dan penyembuhan.

Saat ini di Jepang ada penelitian yang mengembangkan lidah buaya sebagai obat untuk kanker. Dewasa ini sudah banyak cara untuk mengkonsumsi lidah buaya, seperti cendol ala pontianak.  Dimana cendol merupakan makanan tradisional indonesia yang digemari semua kalangan masyarakat.

Tumbuhan obat yang sebenarnya sangat banyak pada semua jenis tanaman. Dari berbagai daerah memiliki resep dalam pengolahan tanaman untuk obat herbal.

Ketika kita kembali ke obat alami, penyakit apapun dapat diobati dan dicegah. Upayakanlah secara rutin mengkonsumsi minuman herbal seperti jamu dll untuk tubuh yang sehat.

Penutup

Demikianlah isi tanaman obat herbal untuk keluarga, yang sangat mudah kita temukan di sekitar kita. Jika berguna silakan share ke teman Anda.

Terima kasih sudah memberi  perhatian ke artikel ini.