Inilah 7 Tips Merawat Tanaman Saat Musim Hujan Tiba

Tips Merawat Tanaman Saat Musim Hujan Tiba akan menjaga kesuburan pada tanaman tatkala melimpahnya air disekitar.

Tanaman yag berada di dalam mapun ruangan rumah jangan dibiarkan, terlebih saat musim penghujan tiba karena akibatnya bisa fatal.

Musim hujan patut diwaspadai bagi yang hobi dan memiliki tanaman baik indoor maupun outdoor. Mengapa? Sebab musim hujan bisa menjadikan tanaman cepat mati.

Hal ini disebabkan kondisi lembab yang ditimbulkan musim hujan tersebut. Yang jelas kelembaban mikro di sekitar tanaman makin meninggi.

Akibatnya tanaman rentan ditumbuhi jamur dan bakteri. Bagaimana cara merawat tanaman saat musim hujan tiba?

Inilah Teknik dan Tips Merawat Tanaman Saat Musim Hujan Tiba

Dengan Anda melakukan langkah-langkah dan tips merawat tanaman saat musim hujan dibawah ini, semoga pembaca bisa melakukannya dengan baik dan berhasil.

Yuk baca step by step nya:

1. Pemangkasan Daun

Selama musim hujan, tanaman harus sering dipangkas. Pemangkasan daun ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban mikro di dalam tanaman.

Daun yang wajib dipangkas adalah yang jadi penyebab kelembaban berlebih di sekitar batang tanaman.

Kebanyakan jenis tabulampot yang berdaun lebat wajib mengalami proses pemangkasan. Daun yang dipangkas adalah daun muda atau susu yang tumbuh mengarah ke dalam batang tanaman.

Orang Jawa lazim menyebutnya dengan istilah tunas wiwilan. Karena jadi penyebab kelembaban tinggi pada tanaman, tunas ini sebaiknya dipotong saja.

Tunas ini pun dalam tanaman jarang kebagian sinar matahari. Sehingga proses berganti dengan cepat.

2. Pemberian Dolomit

Pemberian Dolomit ini cukup mudah. Untuk tanaman yang berada di dalam pot berdiameter 40 s/d 50 cm. Saat ppemberian Dolomit cukup 5 sendok makan dengan cara ditebar di sekitar permukaan tanah.

Paling cocok ditebar saat awal-awal musim hujan. Dengan Dolomit, daun tanaman terhindar dari pembusukan.

Pembusukan daun ditandai dengan warna menguning lalu coklat kering. Media ini memiliki kelebihan mampu menahan air dan pH-nya tidak gampang turun. Apalagi kalau hujannya tidak rutin. Nah, fungsi Dolomit adalah menyetabilkan pH tanah sehingga akar tanaman tetap mudah menyerap hara.

3. Pengurangan Media Tanam

Saat hujan, media perlu dikurangi sedikit saja, dan contoh kasus pada pot anggrek, dan jika Anda mengunakan media arang, maka jumlah arangnya harus dikurangi saat penghujan.

Bila akar anggrek belum membelit arang, sebaiknya diambil arang tersebut. Hal ini untuk menghindari pembusukan pada akar dan batang anggrek.

Baru saat musim kemarau, arang bisa ditambahi lagi. Inilah perbedaan perawatan musim hujan antara tanaman indoor yang bermedia bukan tanah.

4. Pemupukan Npk

Dengan pemberikan pupuk NPK, dan pupuk ini cukup mudah pemakaiannya, selanjutnya dipendam di dalam media tanam sejauh 15 cm dari batang tanaman. Saat terkena air hujan, pupuk ini akan larut dengan sendirinya di dalam tanah.

Jika pemberian dilakukan saat kemarau, maka pupuk ini horus dilarutkon dolam air dulu, lalu disiramkan di sekitar akar.

5. Semprot dengan Fungisida

Proses penyemprolan fungisida, dan sebaiknya penyemprotan fungisida ini bisa dicampur dengan insektisida. Untuk menghindarkan penyemprolan yang sia-sia dan mubazir, sebaiknya lihat kondisi cuaca terlebih dahulu.

Bila hari ini hujan dan besok tidak, maka besok paling baik menyemprotkan kedua bahan tadi, atau bila pagi hari ini cerah, maka bahan tersebut bisa disemprotkan. Obat ini akan mengering dan melapisi tanaman dalam waktu 2-3 jam setelah semprot.

Penyemprotan paling bagus dilakukan seminggu 2 kali, agar efektif penyemprotan dilakukan pagi dan sore. Pagi antara pukul 06.00 s/d 08.00, hal ini karena saat pagi hari stomata terbuka lebar dan serangga lagi aktif menyerang sehingga tepat pada sasaran.

Usahakan menggunakan spray kecil dan semprot pada permukaan daun bagian bawah karena merupakan tempat sarang hama.

6. Penggemburan Tanah

Teknik dengan melakukan penggemburan dan penyiangan pada tanah, maka tanaman outdoor yang memakai media tanah harus digemburkan. Hal ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah terutama memperbaiki porositasnya.

7. Ubah Posisi Tanaman

Menempatkan pot tersebut lebih tinggi dari tanah. Fungsinya agar terhindar dari genangan air. Dan beberapa kota atau lahan di rumah Anda, dan pastinya akan terkena banjir atau tergenang air sebagian.

Pot yang tergenang akan membuat tanah selalu lembab, hal ini fatal untuk akar karena bisa membusuk. Cara paling mudah adalah menempatkan pot pada pilar atau rak.

Baca juga: Tips Mendesain Taman Minimalis di Samping Rumah

Penutup

Itulah beberapa tips merawat tanaman saat musim hujan tiba yang bisa Anda lakukan dalam perawatan taman baik yang di dalam maupun luar ruangan, dan semoga bermanfaat.

Jika Anda tetap mengalami kesulitan dalam hal merawat tanaman, Anda bisa menghubungi admin kami di Chat WA 0822-6559-9427.

Yuk Order Jasa Taman Kami
Chat Whatsapp